LRPPN : Di Duga Pihak Eguator Bermain Dengan Bandar Narkoba

Medan, — IvoryNews.co.id
Sekretaris DPD Lembaga Rehabiltasi Penyalah Penggunaan Narkotika (LRPPN) Belawan Zulkifli Lubis mengatakan, menekan pihak kepolisian untuk melakukan razia rutin di lokasi tempat hiburan malam dan pihak pengelola harus proaktif terhadap pihak keamanan khususnya kepolisian untuk bisa bekerja sama memberantas peredaran narkoba. Selasa (4/4/17) pagi.
 
“Yang kita takuti jangan-jangan, sekarang ini pihak pengelola Equator sendiri di duga bekerja sama dengan para pengedar narkoba”
 
Sementara itu, Manager Equator Loetif, ketika dihubungi wartawan melalui telepon seluler minggu (2/4/17) malam mengelabui Pasalnya, saat di konfirmasi melalui telepon 0812605 xxxx Loetif mengaku bukan dirinya alias salah sambung. Sementara, nomor telepon tersebut di berikan oleh salah satu pegawai Equator.
 
Menurut informasi yang di himpun, berinisial “J” dan “L” di duga sebagai pemasok barang haram ekstasi alias Inex dan penyedia wanita untuk lelaki hidung belang berinisial “AC” dan “I” ini masing-masing mempunyai peran agar tidak terhendus oleh oknum terkait.
 
Beberapa waktu yang lalu, pihak Equator juga menyangkal ada nya peredaran narkoba di lingkungan Equator. Namun, saat kru media ini inventigasi di lokasi telah menemukan ada nya transaksi jual beli inex dengan harga 200 rb/butirnya.
 
Dan pada saat razia minggu (2/4/17) dinihari, seorang staff Karaoke Equator mengatakan “semenjak di beritakan, Equator jadi sepi pengunjung karena tidak ada jual inex lagi” ucapnya staff Equator kepada wartawan.
 
Sementara itu, sewaktu razia petugas kembali mendapatkan barang bukti berupa narkoba jenis ekstasi dari seorang pengunjung wanita yang terakhir di ketahui pria yang bersama wanita tersebut adalah warga negara Malaysia dan di duga inex tersebut berasal dari pegawai Equator.
 
Informasi yang di himpun, pegawai Equator bukan hanya menjual narkoba saja. namun, di duga pegawai Equator juga menyediakan sejumlah wanita penghibur untuk sekali temani duduk dengan tarif Rp 500.000; 
 
Yang kemudian, pegawai Equator membayar wanita penghibur tersebut dengan tarif Rp 350.000;  jadi sisa Rp 150.00; untuk menyetor ke aparat. Ucap narasumber yang tidak mau di catut namanya. Minggu (2/4/17) Sore.
 
Diketahui, Pengunjung wanita Karaoke Equator yang berada Novotel Soechi di Jalan Cirebon, diamankan petugas gabungan dari Petugas gabungan dari Polrestabes Medan dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, Minggu (02/04/2017) dini hari.
 
Pasalnya wanita yang diketahui bernama Elvie Meirina Widia Astuti (41) warga Komplek Surya Blok 7, LK VI no 35, Kecamatan Helvetia Timur, kedapatan mengantongi narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 1 1/2 butir saat digeledah petugas dari dalam tas nya yang dibalut dengan tissue.
 
“Izin pak, ini ada wanita mengantongi narkoba jenis pill ekstasi,” ucap salah satu petugas dari Polrestabes Medan kepada Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP Doni Sembiring. Selanjutnya wanita tersebut di boyong ke Mako untuk di periksa. 
 
Sebelumnya, seorang mahasiswi Perguruan Swasta Eka Raya Puspita (25), warga Kota Tanjung Balai Asahan juga meninggal dunia yang di duga akibat barang haram tersebut. senin (13/3/17).
 
Korban yang saat itu bersama rekannya menikmati dentuman musik di KTV 02 Karaoke Equator jalan Cirebon dengan mengkomsumsi narkoba jenis ekstasi alias inek. 
 
Tak berselang lama korban mendadak kejang-kejang di duga usai menelan pil ekstasi yang kemudian korban di bawa ke rumah sakit Permata Bunda jalan Sisingamaraja untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun sayang nyawa korban tidak dapat di selamatkan dan akhirnya korban pun di bawa ke kampung halamannya untuk di kebumikan. (Jol)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »