Jatah Makan Tahanan KPK Rp40 Ribu, Penghuni Lapas dan Rutan Rp15 Ribu/Hari

JAKARTA — IvoryNews.co.id –

Bisa jadi praktek korupsi tak pernah surut, karena serba istimewa. Khususnya, untuk jatah makan per-hari tahanan di bawah pengelolaan KPK mendapat Rp40 ribu. Sedangkan, tahanan dan narapidana dibawah pengelolaan Kementerian Hukum dan HAM hanya mendapat Rp15 ribu per-hari.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) I Wayan Dusak K memahami adanya perbedaan jatah makanan tersebur, namun hal itu tidak mengurangi standar gizi yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Jadi bukan di situ persoalannya. Perbedaannya, adalah dalam pengelolaan. Kita beli bahan makanan dan lalu diolah lalu disajikan. Sedangkan, di KPK mereka langsung mendapat makanan yang matang,” kata Dusak menjawab pertanyaan wartawan, di Kantor Ditjen Pas, Jakarta.

Dusak menambahkan pula dengan jatah makan Rp15 ribu per-hari, penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan) tetap mendapat jatah makan tiga kali dengan menu bervariasi.

“Dengan uang sejumlah itu, kebutuhan gizi tetap mengacu kepada ketentuan Kementerian Kesehatan yang mensyaratkan kebutuhan kalori 2500 – 2700 per-hari. Walau penghuni mendapat kalori 2200. Itu tidak mengurani kalori. Alasannya, mereka di dalam tanpa aktivitas. Jika mereka beraktivitas, kita kasih ekstra pudding. Jadi, jelas tidak ada perbedaan dalam hal gizi, ” jelas Dusak.

Dusak menerangkan pemberian makanan kepada penghuni Lapas dan Rutan dibagi tiga, pagi sarapan, lalu makan siang dan sore… disertai snack di sore hari. ”

DARI LUAR

Pada bagian lain, Dusak mengungkapkan 50 persen narapidana di Lapas terlibat kasus narkoba. “Masalah narkoba akan terus ada, selama narkoba masih beredar di luar, maka sulit mengawasi di dalam.”
Dusak beralasan tidak ada yang dari dalam dibawa keluar. Kalau ada yang dari dalam asalnya, pasti dari luar juga.

Namun, dia mengingatkan pihaknya bukan berdiam diri, sejumlah langkah telah, sedang dan akan dilakukan.

“Seperti penggunaan anjing pelacak, penambahan petugas dan pemanfaatan teknologi (IT).”

Hanya saja, tantangan tak urung dihadapi, protes dari narapidana terorisme. “Mereka keberatan makanannya diendus anjing. Kita canangkan bantuan tentara untuk amankan tidak disetujui.

Dari data tahun 2017 ini terdapat 23.357 warga binaan di lembaga pemasyarakatan pengguna narkoba. Tahun 2016 sevanyak 24.862 pengguna narkoba, dan 2015 sebanyak 26.273 pengguna narkoba.

Sedangkan penghuni yang dikategorikan pengedar atau bandar narkoba pada 2017 sebanyak 46.332 orang. Tahun 2016 ada 48.306 warga binaan dan tahun 2015 sebanyak 36.421 narapidana.
(PKN)

 

Mungkin Anda Menyukai

Translate »