Kapolda Sumut paparkan 2 bandar narkoba yang ditembak mati.

Medan,– IvoryNews.co.id
 
Kapolda Sumut melakukan ekspose pengungkapan kasus Natkotika jenis sabu , dengan tersangka 2 orang MR dan ML  yang meninggal dunia karena dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh Pihak Kepolisian Polrestabes Medan, di Rs Bhayangkara TK II Medan Kamis (18/5/2017). 

Dalam press release tersebut Kapolda Sumut didampingi oleh DirResnarkoba Polda Sumut, Kasat Brimob Polda Sumut, Kabid Humas Polda Sumut, Kalabfor Cabang Medan, Kabiddokkes Polda Sumut, Karumkit TK. II Medan, Kapolrestabes Medan, dan Kasat Narkoba Polrestabes Medan.

Didepan ratusan awak media cetak, media elektronik dan media sosial, Kapolda Sumut menjelaskan bahwa kasus Narkoba adalah kasus yang menjadi musuh nomor satu Polda Sumatera Utara dan  akan terus melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku khususnya bandar Narkoba.

Kapolda juga menjelaskan dalam paparannya bahwa dari 10 kasus yang ditangani 7 s/d 8 kasus adalah kasus Narkoba, oleh sebab itu kebijakan Kapolda Sumut dalam menangani penyalahgunaan Narkoba adalah Bersih, “bersih kedalam dan hajar keluar”.

“Selain Narkoba merusak kesehatan, Narkoba juga melanggar hukum dan dilarang oleh agama. Namun demikian pencegahan jauh lebih baik dari pada penindakan.” Ungkap Kapolda Sumut.

Kabid Humas Dra. Rina Sari Ginting menjelaskan bahwa anggota Sat Narkoba Polresta Medan selama 3 (tiga) hari telah mengikuti kedua pelaku bandar narkoba jaringan Aceh, ML dan MR, yang tewas ditembak mati, Selasa (16/5/2017) di sekitaran perumahan Torganda, Sunggal.

“Anggota Sat Narkoba sudah tiga hari mengikuti jaringan Aceh ini, dengan harapan mendapatkan puluhan kilogram, namun ternyata dari hasil yang kita dapatkan, masih untung, dapat dua kilo. Namun dari plastik-plastik bekas ini, yang sudah diubah menjadi plastik kiloan, seolah-olah seperti gula pasir, ini masih ada delapan, jadi diduga sudah ada delapan kilo yang sempat mereka edarkan,” ungkap Kombes Rina. (Jol) 

Mungkin Anda Menyukai

Translate »