Selama 5 Bulan OTT, Poldasu sita Rp. 1.078.672.196 dari 108 Kasus dan 161 TSK

Medan,  — IvoryNews.co.id
 
Pemberantasan pungutan liar (pungli) sangat serius diupayakan oleh pemerintahan Presiden Ir Joko Widodo, dari hasil rapat gubernur di seluruh Indonesia, di Istana Negara, Kamis 20 Oktober 2017 lalu, 
 
Presiden membahas langkah-langkah konkret pemberantasan pungli di semua lapisan pelayanan masyarakat. Pungutan liar yang sudah terlalu lama dibiarkan terjadi mungkin telah menjadi budaya tersendiri dalam pelayanan masyarakat.

Menyikapi perintah Presiden Joko Widodo tentang pemberantasan pungutan liar, Polri khususnya Polda Sumut membentuk tim Saber Pungli yang diketuai oleh Irwasda Polda Sumut. 

 
Dan dari Hasil Saber Pungli yang terhitung dari bulan Januari 2017 s/d 22 Mei 2017 adalah 
– Jumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) = 108 Kasus
– Jumlah tersangka = 161 orang
– Barang Bukti = Rp. 1.078.672.196 (satu milyar tujuh puluh delapan juta enam ratus tujuh puluh dua dua ribu seratus    Sembilan puluh enam rupiah). 

Adapun perinciannya yaitu Pada tahun 2016 kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) ada 5 kasus, tersangka 5 orang dan jumlah barang bukti yang diamankan Rp 298.215.000 (dua ratus Sembilan puluh delapan juta dua ratus lima belas ribu rupiah). Beber Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP. MP. Nainggolan.

 
Semua kasus yang di tahun 2016 adalah hasil dari tangkapan UPP Provinsi Sumut (Ditreskrimsus 4 kasus, Ditreskrimum 1 kasus). Dalam kasus OTT di tahun 2016,  4 kasus masih dalah proses di Krimsus dan 1 kasus memasuki tahap pertama.

Kemudian, tahun 2017 Kasus Tangkap Tangan (OTT) ada 103 kasus, tersangka 156 orang dan jumlah barang bukti yang diamankan Rp 780.457.196 (Tujuh ratus delapan puluh juta empat ratus lima puluh ribu seratus Sembilan puluh enam rupiah). 

 
Kasus tahun 2017 adalah hasil dari tangkapan UPP Provinsi Sumut (Ditreskrimsus 3 kasus, Ditreskrimum 1 kasus), UPP Kabupaten / Kota 99 kasus Dalam kasus OTT di tahun 2017,  39  kasus dalam proses 1 kasus tahap 2 (UPP Langkat) dan 63 kasus pembinaan. 
 
Jumlah kasus dari tahun 2016 s/d 22 Mei 2017 adalah 108 kasus masih dalam proses penyidikan 43 kasus, proses penyidikan 1 kasus masuk tahap satu (pengiriman berkas), sedangkan 1 kasus masuk tahap 2 yaitu pengiriman tersangka dan barang bukti. tutupnya. (Ivo-02)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »