Sumut Bebas Pemadaman sejak Kapal Pembangkit Listrik beroperasi

MEDAN, — IvoryNews.co.id
Kondisi listrik di Sumatera Utara saat ini mengalami surplus., bahkan dapat dipastikan  pada Lebaran Idul Fitri nanti, listrik tidak akan mengalami pemadaman.
Humas PLN Wilayah Sumut, Rudi yang ditemui koran ini, Rabu (7/6) sore mengatakan ” jika pun terjadi pemadaman  dimungkinkan disebabkan adanya gangguan sementara maupun bencana alam. Kondisi listrik saat ini surplus. Seperti yang saya terima laporan hari ini sekira jam 3 sore, ada cadangan daya di pembangkit sebesar 44 MegaWatt (MW) dan yang ready 64 MW. Artinya, saat ini surplus 108 MW, dan semoga listrik aman selama ramadhan dan lebaran ini, tak ada pemadaman,”papar Rudi.
Dia juga tak menampik, surplusnya listrik setelah adanya bantuan Kapal Pembangkit Listrik Turki yang sudah beroperasi sejak awal Juni lalu. Kapal pembangkit ini telah tiba di Pelabuhan Belawan, Medan pada Minggu (21/5) lalu. Namun kapal tersebut tak langsung dioperasionalkan karena harus dilakukan dulu proses pemasangan arus.
“Dan sejak kemarin, tertanggal 4 Juni lalu, kapal pembangkit berdaya 240 MW ini sudah dioperasionalkan, jadi sistem kelistrikan di Sumut bertambah hingga 2.287 MW dengan perkiraan beban puncak tertinggi mencapai 2.075 MW. Ini berarti sistem memiliki cadangan daya sekitar 212 MW,” jelas Rudi.
Berkaitan dengan beban puncak yang kerap terjadi sekira jam 18.00 wib hingga 21.00 wib, Rudi meyakini tak ada masalah lagi. Menurutnya, pemadaman yang terjadi merupakan gangguan sementara seperti pemeliharaan jaringan ataupun karena bencana alam.
“Pemadaman yang terjadi bukan karena pemadaman bergilir atau listrik mengalami defisit (kekurangan), tapi disebabkan adanya berbagai faktor lokal. Seperti ada pemeliharaan jaringan, trafo meledak dan lain sebagainya,” terangnya lagi.
Dijelaskan, kapal pembangkit ini memiliki kemampuan dual fuel, yang dapat menggunakan bahan bakar minyak jenis Heavy Fuel Oil dan juga bahan bakar gas. Kapal yang didatangkan dari Istambul ini diklaim lebih hemat konsumsi bahan bakar, tingkat produksi limbah yang rendah dan kebisingan yang relatif lebih kecil.

“Mudah-mudahan pemadaman listrik yang sering terjadi dapat berakhir, apalagi sekarang bulan Ramadhan dan menjelang Perayaan Idul Fitri. Terkecuali ada gangguan yang diluar prediksi sebelumnya,” tambah Rudi.(Red)

Sumber: http://news.metro24jam.com

Mungkin Anda Menyukai

Translate »