Ribuan orang di Jerman bangkit melawan pemerintahan dunia baru

Jerman, — ivorynew.co.id
Sekitar 100.000 orang datang ke Hamburg, Jerman untuk memprotes pemerintahan dunia baru pada saat pertemuan antara para pemimpin dunia tahun ini. Polisi anti huru hara Jerman menyerbu ke jalan-jalan dan melepaskan tembakan air pada demonstran saat pasukan petugas membubarkan kerumunan. Terjadi adegan yang dramatis di jalanan. Terlihat para demonstran terluka karena dipukul dan disemprot dengan kejam oleh polisi bersenjata.
Orang-orang bangkit melawan KTT G20 di Hamburg tahun ini. Kanselir Jerman Angela Merkel dan pemimpin dunia lainnya bersiap untuk membahas agenda pemerintahan dunia baru dan kebijakan global lainnya seperti perdagangan internasional dan perubahan iklim.
Laporan Daily Mail: 20.000 petugas polisi bertugas untuk mengawasi demonstrasi utama, yang diselenggarakan oleh aliansi kelompok anti-kapitalis. Polisi sedang menyelidiki apakah kebakaran yang membakar sebuah dealer mobil mewah Porsche di Hamburg semalam adalah sebuah pembakaran terkait dengan KTT. Para demonstran berkumpul di sebuah plaza tepi sungai yang digunakan untuk pasar ikan mingguan Hamburg sebelum berangkat dengan berbaris menuju kota.
Penyelenggara dengan cepat mengakhiri sebuah pawai setelah terjadi kekerasan, kata polisi. Tapi bentrokan berlanjut, polisi maju menyusuri jalan dengan dua meriam air saat dilempari botol oleh sekelompok orang berpakaian hitam.
Sebuah bangunan di sekitar terpampang dengan slogan ‘Solidaritas tanpa batas sebagai ganti nasionalisme: Serang G-20.’ Sebuah kelompok kecil di atap menyalakan kembang api. Polisi mengatakan bahwa jendela di sebuah toko furnitur dan sebuah bank rusak. Tidak ada pernyataan pasti tentang jumlah orang yang ditangkap atau cedera.
Acara ini merupakan tantangan bagi mereka yang bertugas untuk mengamankan konferensi terbesar dunia oleh para pemimpin ekonomi dari G20, yang dipandu oleh Kanselir Angela Merkel.
Dia menghadapi diskusi monumental yang mengarah pada isu-isu yang memecah belah termasuk perdagangan dan perubahan iklim. Makerel akan bertemu dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan dan menyapa Donald Trump, yang hari ini meminta sekutu NATO untuk lebih banyak memberi perhatian pada pertahanan dan mengklaim bahwa dia akan menghadapi Korea Utara.
Pemerintah Jerman mengatakan Kanselir Angela Merkel dan Presiden Donald Trump membahas isu-isu terkait diantaranya tentang Korea Utara, situasi di Timur Tengah dan konflik di Ukraina timur.
Sebuah pernyataan singkat pemerintah namun tidak memberikan rincian lebih lanjut dari diskusi tersebut, yang berlangsung kurang lebih satu jam serta membahas beberapa masalah tentang agenda G20. Disampaikan oleh Sekretaris Negara Rex Tillerson dan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel yang juga ikut berpartisipasi.
Trump juga melakukan sesi pertamanya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut perilaku Rusia sebagai ‘destabilisasi’ – sebuah penjelasan yang ditolak Kremlin.
Merkel yang mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat dalam pemilihan bulan September, menekankan bahwa dia berkomitmen terhadap sistem perdagangan internasional yang terbuka, meskipun ada kekhawatiran akan proteksionisme AS oleh Trump.
‘Kami dipersatukan dalam keinginan kami untuk memperkuat hubungan multilateral di KTT G20 … Kami membutuhkan masyarakat terbuka, terutama arus perdagangan terbuka,’ katanya di Berlin.
Beberapa demonstrasi kecil di Hamburg minggu ini berakhir dengan relatif damai. Pada hari Rabu, lebih dari 7.000 orang memproklamirkan sebuah poster yang menyatakan deklarasi tentang mencela kapitalisme dan pemimpin G20.
Penduduk setempat tidak senang dengan keputusan Merkel untuk mengadakan pertemuan konferensi di pusat kota terbesar kedua Jerman tersebut demi menunjukkan demokrasi yang sehat untuk mentolerir protes, karena mereka khawatir dengan kerusakan properti akibat taktik polisi yang keras.
Setelah pihak berwenang Hamburg menahan kemah para demonstran, klub sepak bola St Pauli menawarkan 200 tempat tidur di stadion mereka sebagai bentuk perwujudan hak asasi manusia, kebebasan berekspresi dan hak untuk berdemonstrasi’.
Sekitar 12.000 orang berkumpul di pasar ikan di daerah St Pauli, yang dikenal dengan distrik lampu merahnya.
Mereka kemudian berbaris ke utara menuju tempat pertemuan konferensi yang dijaga ketat. “Sangat menggelikan  karena polisi mengatakan beberapa dari kita akan melakukan kekerasan besok, padahal para pemimpin negara pengekspor senjata dan pengimpor senjata terbesar di dunia akan tiba di kota kita,” kata Stefan Hubert, Seorang perancang grafis berusia 32 tahun.
Dengan memegang poster bertulisan, ‘Bersukacitalah lagi!’, Dia menambahkan: ‘KTT ini adalah pemborosan uang yang bisa digunakan dengan lebih baik untuk mengerahkan lebih banyak kapal untuk menghentikan migran melarikan diri dari perang dan kelaparan karena tenggelam di Laut Tengah.’
Pengunjuk rasa Turki-Jerman Fatima Cicek mengatakan bahwa dia dan kedua saudaranya ingin menegaskan bahwa G20 tidak demokratis karena ini adalah forum di mana beberapa pemimpin membuat keputusan yang dapat mempengaruhi seluruh dunia.
Presiden AS dan aktivis anti-kapitalis memiliki kesamaan yaitu ketidakpercayaan terhadap globalisasi. Trump berada di Hamburg untuk mendesak peraturan perdagangan yang menguntungkan Amerika, termasuk pembuatan baja demi menghadapi persaingan ketat dengan Cina.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »