Kebijakan Tax Amnesty diduga menuai panen bagi oknum pegawai DJP

Medan, — punyaberita.com
Berkaitan dengan Kebijakan Pemerintah untuk Pengampunan Pajak (Tax Amnesty), diperoleh informasi  salah seorang pegawai Pajak yang  bernama Afandi Cahyono yang tadinya bertugas sebagai juru sita di KPP Medan Timur mengurus TA salah satu Wajib Pajak.
Adapun informasi yang diperoleh,  diduga Afandi memindahkan data si WP dari KPP Medan Polonia ke KPP Medan Timur,  sehingga tidak terlihat tunggakan Pajak lalu diurus pengampunan pajaknya di KPP Medan timur dan Afandi menerima uang dari WP sebesar Rp 600 Juta untuk pengampunan pajak tersebut.
Ketika petugas KPP Medan Timur menagih WP tersebut, si WP merasa keberatan dan menunjukkan bukti pembayaran pajak yang sudah dibayarkan ke Afandi. Sehingga diduga Afandi tidak menyetorkannya ke Negara.
Awak media yang melakukan konfirmasi pada hari Kamis, tanggal 6/7/2017 pukul 11.00 WIB, tentang kebenaran informasi yang beredar di kalangan pegawai tersebut, ke Kabid Humas DJP namun yang dapat dijumpai Kasi Humas Rehbina Sukmasari Ginting. Beliau menyampaikan bahwa dia tidak bisa menjawab dengan alasan hal itu merupakan wewenang Kabid Humas yang pada saat itu sedang Rapim di Bali dan baru dapat dijumpai pada hari Senin tanggal 10/7/ 2017 pukul 09.00 pagi.
Pada hari Senin, tanggal 10/7/2017 jam 09.00 awak media ivory News kembali melakukan konfirmasi ke Kantor Pajak DJP Sumbagut, namun Kabid Humas tidak dapat dijumpai pada jam yang sudah ditentukan. Awak media diminta untuk menunggu sampai dengan pukul 02.00 sore dengan alasan jadwal rapat yang penuh pada hari itu.
Setelah menunggu sampai jam 02.00 lewat, salah satu pegawai humas bernama Paulus mengatakan “Kabid Humas mengatakan bahwa Afandi Cahyono sudah bertugas di Aceh, jadi silahkan konfirmasi ke sana.”
“Yang mau dikonfirmasi bukan orangnya melainkan masalah dugaan kasus korupsi yang terjadi sewaktu Afandi bertugas di KPP Pratama Medan Timur, bagaimana tanggapan Kabid Humas mengenai informasi tersebut?”, tanya awak media.
“Kalau begitu saya akan menyampaikan ke Kabid Humas mengenai hal tersebut, saya akan menghubungi Ibu besok.” Jawab Paulus.
Keesokan harinya (selasa, 11/7/2017) awak media Ivory News mengkonfirmasi melalui sms dan telepon Paulus mengenai kapan dan jam berapa Kabid Humas dapat dijumpai namun Paulus belum sempat menyampaikan ke Kabid Humas perihal dugaan korupsi dimaksud karena dia (Paulus-red) seharian berada di luar dan berjanji akan menghubungi besok.
Hari ini Rabu, 12/7/2017, via sms awak media mengkonfirmasi namun tetap tidak ditanggapi oleh Paulus yang mewakili Humas kantor pajak DJP Sumbagut.
Sampai berita ini diterbitkan, Humas Kantor Pajak DJP Sumbagut tidak dapat dijumpai dan terkesan mengelak dan menutup-nutupi kasus dugaan korupsi di lingkungan Kantor Pajak….(Loly)

 

Mungkin Anda Menyukai

Translate »