Pelaksanaan Sidang untuk Tilang, diduga berbeda persepsi antara pihak Kepolisian dengan Pengadilan Negeri Medan

Medan, — punyaberita.com
Melanjutkan usaha klarifikasi oleh salah seorang warga yang ditilang pada tanggal 14 Juni 2017 dan disidang tanggal 07 Juli 2017 (liat berita bagaimana proses sidang tilang dan pengalihan barang bukti sidang) di Pengadilan Negeri Medan, mengenai tidak adanya sidang yang dilakukan pada hari dan jam yang sudah ditentukan di surat tilang, ke Hakim yang bertugas memimpin sidang tilang tersebut.
“Saya berharap mendapat penjelasan dari Hakim yang memimpin sidang tilang pada hari itu mengenai jam berapa sebenarnya sidang tersebut dilaksanakan karena saya sebagai warga berhak untuk menghadiri sidang tersebut… Indonesia kan negara hukum.” Kata Surung kepada awak media
Selanjutnya Surung mendatangi bagian Tilang di Pengadilan Negeri Medan dan dari informasi petugas yang ada di sana diperoleh nama Hakim yang memimpin sidang pada hari tersebut yaitu Fahren, SH, M.Hum, namun ketika hendak dijumpai tidak ada di tempat dan diarahkan ke bagian Humas.
Erintuah Damanik yang disebut sebagai bagian Humas, tidak bersedia dijumpai, alasannya sibuk sehingga diarahkan kembali kepada Hakim Jamaluddin, SH, M.H untuk mewakili dirinya karena dirinya sedang sibuk sambil berlalu pergi.
Hakim Jamaluddin dapat dijumpai di ruang kerjanya dan memberikan penjelasan berkaitan dengan Tilang dan Sidang yang telah dilaksanakan di Pengadilan Negeri Medan, yang pada dasarnya Jamaluddin kurang mengetahui bagaimana persisnya sidang Tilang tanggal 07 Juli 2017… penjelasannya terkesan hanya mempertahankan sidang dilaksanakan tapi tidak mengetahui kapan ..
“Saya mau menanyakan mengenai sidang tilang tanggal 07 Juli 2017, mengapa sidangnya tidak ada?” Tanya Surung.
“Bapak tau e-tilang?, sidangnya pasti ada Pak, tapi dilakukan secara akumulatif.” Jawab Saudara Jamaluddin.
“Saya tau mengenai e-tilang tapi yang saya mau tanyakan di sini, saya sudah datang tepat waktu seperti yang tertulis di kertas tilang jam 10.00, kenapa petugas langsung menyuruh saya ambil barang bukti ke kejaksaan. Kalau memang benar adanya sidang, jam berapa tepatnya sidang tersebut.?” desak Surung.
“Jamnya tergantung pihak Pengadilan Pak, kerja kami bukan itu saja kan banyak sidang-sidang yang lain.” Lanjut Saudara Jamaluddin.
Menurut Surung, Hakim Jamaluddin, yang mewakili Humas Pengadilan Negeri Medan, tidak mengetahui Perma Nomor 12 Tahun 2016 BAB IV tentang Tahapan Persidangan dilaksanakan pada Pukul 08.00 waktu setempat dan putusan denda diumumkan melalui laman resmi dan papan pengumuman Pengadilan. Serta jika adanya keberatan dapat mengajukan pada hari itu juga. (Loly)

Mungkin Anda Menyukai

Translate »