Siantar, — IvoryNews.co.id
Terdakwa kasus narkotika Rahmat Kurniawan (33) dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (18/7/2017).
“Menuntut pidana penjara terhadap terdakwa Rahmat dengan pidana penjara 11 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara,” ucap JPU Henny A Simandalahi saat membacakan tuntutan.
Jaksa menyebutkan, terdakwa Rahmat dikenakan pasal 111 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Diketahui, pada 16 Januari 2017 sekira pukul 23.00 WIB, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Siantar melakukan penangkapan terhadap Rahmat. Petugas berhasil mengamankan warga Jalan Patimura ujung , Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat itu atas adanya informasi ada seorang pengedar narkoba dan selalu mengkonsumsi barang haram itu.
Sehingga saksi Dedi Siregar bersama rekannya melakukan penyelidikan. Dan selanjutnya setelah mendapatkan alamat rumah terdakwa, petugas mengetuk pintu namun terdakwa tidak membukakan. Ini membuat saksi dan rekannya melakukan pendobrakan.
Saksi langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan sampai ke ruang dapur. Tepatnya di bawah meja ruangan dapur ditemukan bungkusan yang dilakban berwarna krem.
Ketika diperiksa ternyata bungkusan itu berisi narkotika jenis ganja seberat 841,34 gram. Petugas juga menemukan 2 buah mancis dan 1 bungkus kertas tiktak.
Saat ditanya saksi Dedi, terdakwa mengatakan, ganja itu diberikan seorang temannya bernama Amri dari Kota Medan….(HN)