Emir Qatar Klaim Terbuka untuk Dialog demi Akhiri Krisis Diplomatik

punyaberita.com (doha) – Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, akhirnya mengangkat bicara untuk pertama kalinya setelah Arab Saudi dan sekutunya memutuskan hubungan diplomatik dengan negaranya. Al-Thani menyebut negaranya terbuka untuk berdialog.

Al-Thani mengklaim bahwa Doha menjadi target kampanye tak terduga yang disinyalir mengarah kepada tudingan Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir, terkait dukungan Qatar terhadap kelompok teroris. “Jelas bahwa kampanye melawan kita telah direncanakan sebelumnya. Kita mengambil ujian tersebut dan lulus,” ujar Emir Qatar tersebut dalam pidatonya, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Minggu (23/7/2017).

Namun sang Emir Qatar itu mengatakan bahwa negaranya tetap ingin menyelesaikan krisis diplomatik dengan Arab Saudi dan sekutunya melalui dialog. “Kami terbuka untuk berdialog demi menyelesaikan masalah yang luar biasa tersebut (asalkan) kedaulatan (Qatar) tetap dihormati,” tuturnya.

Pada pidatonya itu, Al-Thani juga memberikan penghargaan kepada Kuwait yang menawarkan diri sebagai mediator serta dukungan dari Amerika Serikat, Turki dan Jerman yang tidak lelah untuk berusaha segera menyelesaikan krisis diplomatik Qatar.

“Orang-orang kagum melihat rakyat Qatar mempertahankan tingkat moral yang tinggi meski dihadapi kampanye fitnah yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut. Ini adalah ujian etis yang benar. Orang-orang kita telah lulus ujian dengan baik dan kita telah berpegang teguh pada prinsip dan tradisi kita,”kata sang Pemimpin Qatar tersebut.

Pada kesempatan itu, Al-Thani juga membantah tudingan Arab Saudi dan sekutunya yang menyebut Qatar mendukung terorisme. “Qatar memerangi terorisme tanpa henti dan tanpa kompromi, dan masyarakat internasional mengakui hal tersebut,” tegasnya.

Sumber : okezone.com

Mungkin Anda Menyukai

Translate »