Rektor Al Azhar: Atasi Bullying di Kampus Tidak Gampang

punyaberita.com – Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Ahmad H Lubis mengatakan, mengatasi masalah bullying atau perundungan di kampus memang tidak gampang. Mahasiswa selalu punya banyak akal untuk melakukan hal tersebut.

Meski demikian, Ahmad menuturkan, Kampus Al Azhar berusaha menekan agar perundungan tidak terjadi. Upaya tersebut terus dilakukan.

“Dalam dua tiga tahun ini kami tidak pernah lagi. Dulu pun tidak ada juga. Walaupun mahasiswa banyak akalnya, ada saja caranya itu. Ini tidak gampang memang,” kata Ahmad di kantor Wapres, Jakarta, Senin 24 Juli 2017.

Cara yang paling ampuh, Ahmad menuturkan, adalah bagaimana menciptakan kampus dengan lingkungan yang positif. Seperti mengisi kegiatan untuk membuat mereka fokus kepada perkembangan ilmu.

“Kita kasih pengertian dan kita isi dengan hal-hal positif. Menciptakan bagaimana perkembangan ilmu mereka masing-masing dan bagaimana mereka ke depannya,” kata dia.

Selain itu, menurut Ahmad, mencegah bullying harus melakukan pendekatan secara psikologis. Melihat apa yang terjadi di dunia kemahasiswaan.

“Kita harus ikut mengamati. Kami mendesain ada beberapa dosen-dosen psikologi kami, untuk melihat. Alhamdulillah bagus, pendekatan psikologis dengan bagaimana menerapkan nilai-nilai tersebut,” Ahmad menandaskan.

Baru-baru ini kasus bullying atau perundungan dialami seorang siswi di pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat, dan mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat.

Baik kepolisian maupun pihak kampus telah menindak para pelaku perundungan itu. Untuk kasus bullying siswi di Thamrin City, kini ditangani kepolisian, sedangkan perundungan mahasiswa ditangani pihak Gunadarma.

Sumber : liputan6

Mungkin Anda Menyukai

Translate »