Korut Kembali Luncurkan Rudal, Trump Kecewa terhadap China

punyaberita –  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sangat kecewa dengan China, yang tidak berupaya untuk menghentikan program nuklir Korea Utara.

Trump menulis kekecewaannya itu dalam kicauan di Twitter, sambil mengaku tidak akan membiarkan China  “tidak melakukan apa pun”, terhadap negara yang tertutup itu.

Komentar Trump ini muncul sehari setelah Pyongyang melakukan uji coba kedua rudal balistik antar benua dalam satu bulan.

Korut kemudian mengklaim bahwa uji coba itu membuktikan bahwa seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan persenjataannya.

Pada Sabtu (29/7/2017) lalu, pesawat tempur AS US B-1 melakukan latihan bersama dengan Korea Selatan dan Jepang di Semenanjung Korea.

Informasi itu disampaikan Komando Pasifik AS. Kegiatan itu disebut sebagai bagian untuk melanjutkan demonstrasi komitmen AS yang kuat kepada sekutunya.

Di hari yang sama, China mendesak semua pihak untuk mengendalikan diri.

Namun Trump menyuarakan rasa frustasi terhadap reaksi Beijing, dengan mengaitkan defisit perdagangan AS-China dengan kebijakan terhadap Korea Utara.

“Saya sangat kecewa terhadap China. Pemimpin kami di masa lalu yang bodoh membiarkan mereka mendapatkan ratusan juta dollar dari perdagangan selama setahun, namun mereka tidak melakukan apa pun untuk kami dengan Korea Utara, hanya berbicara.”

Itulah kalimat kekecewaan Trump yang diunggahnya di Twitter.

“Kami tak akan lagi mengizinkan ini terjadi. China harus dengan mudah menyelesaikan masalah ini.”

Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping sebelumnya telah mendiskusikan masalah Korea Utara dalam pertemuan awal pekan ini.

Pejabat AS mengatakan kedua negara tengah mempersiapkan berbagai pilihan untuk mengendalikan Pyongyang.

Namun sejak pertemuan itu, Korea Utara telah melakukan dua uji coba rudal balistik antar benua ICBM.

Setelah peluncuran pada Sabtu, Korea Selatan menyatakan khawatir Korea Utara mungkin telah membuat kemajuan teknologi yang signifikan.

Korsel pun menilai, uji coba rudal ini unik dalam pemilihan waktu dan tempat peluncuran.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, uji coba ini merupakan ancaman terhadap keamanan negaranya, secara serius dan nyata.

Sebelum ini, Korea Utara berulang kali melakukan uji coba rudal yang melanggar resolusi PBB.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »