Transportasi Online Menjamur, Pendapatan Penarik Becak Turun Hingga 70%

punyaberita.com – Penarik becak di Stasiun Kereta Api Kota Binjai, Nainggolan mengaku stres dengan keberadaan angkutan roda empat online, Grab, di Kota Binjai.

Nainggolan mengatakan pendapatannya turun drastis sejak adanya angkutan online grab. Penurunnanya bahkan menyentuh angka, 70 persen. “Semenjak ada Grab. Payah kali cari uang. Apalagi mereka ngetem di stasiun kereta api, tempat kami ngetem,” katanya, di kantor Walikota Binjai, Senin (31/07/2017).
Dikatakannya, sebelum adanya grab, dia mampu mendapatkan uang hingga Rp 75 ribu per hari. Namun saat ini, dia susah payah untuk sekedar mencari uang Rp 20 ribu. “Akh.. Klo sekarang cari Rp 20 ribu pun payah. Cemanalah nasib kami ini,” katanya.
“Gara-gara mereka periuk kami terbalik,” kata Anto, penarik becak, yang ikut aksi demo di depan kantor walikota Binjai.
Dia mengatakan, para abang becak yang berdemo adalah penarik beca yang kerap mangkal di stasiun kereta api. Katanya para supir grab menunggu penumpang layaknya abang becak yang ngetem.
“Mereka sudah main tunggu. Mana ada sewa kami. Mereka sekali angkut bisa lima sampai enam orang,” katanya.
Setelah menyampaikan uneg-uneg mereka, para abang becak diterima oleh Sekda Kota Binjai Mahfullah Daulay.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »