Perusahaan Indonesia Masih Enggan Komputasi Awan

punyaberita.com – Penerapan teknologi komputasi awan (cloud) di sejumlah perusahaan di negara luar sudah menjadi hal yang lumrah. Namun, di Indonesia sayangnya masih banyak perusahaan yang enggan untuk mengadopsi teknologi ini.

Pendapat ini disampaikan oleh Budi Limansubroto, Solution Architect Director Abyor International. Menurut Budi, sebagian besar pemimpin TI di Indonesia masih memiliki pandangan tradisional terhadap komputasi awan.

“Padahal dengan meningkatkan beban kerja di cloud untuk berinovasi, akan mempersingkat waktu ke pasar dan memaksimalkan potensi yang ditawarkan teknologi digital terbaru,” ucap Budi dalam keterangannya, Jumat (4/8/2017).

Tidak hanya itu, penggunaan teknologi komputasi awan dinilai bisa meminimalisir dana investasi di bidang IT, rata-rata sekitar 50%. “Di era digital seperti sekarang, ini menjadi solusi terbaik ketimbang perusahaan investasi server dan menyewa atau membangun ruangan untuk menaruh server,” tambahnya.

Karenanya, Budi menekankan pentingnya penggunaan solusi berteknologi komputasi awan, salah satunya seperti yang disodorkan di SAP HANA Enterprise Cloud (HEC), hasil kerjasama antara perusahaannya dengan SAP. Layanan ini diklaim memungkinkan pelanggan dan mitra untuk menerapkan aplikasi HANA, SAP ERP, CRM, SAP BW dll di cloud pribadi mereka, yang sepenuhnya dikelola dan didukung oleh SAP.

SAP HANA Enterprise Cloud juga mendukung aplikasi HANA kustom, termasuk aplikasi non-SAP sentris. Karakteristik utama HEC adalah layanan pengelolaan yang lengkap, di mana SAP menyediakan infrastruktur serta penerapan dan pengelolaan aplikasi.

“Pelanggan juga mendapatkan keuntungan dari keahlian SAP yang mendalam dalam teknologi SAP dan HANA. Pusat data dijalankan sepenuhnya oleh tim SAP. Manfaat lainnya, ya itu tadi pengurangan biaya pengelolaan TI,” papar Budi.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »