Operasi Gabungan ISIS-Taliban Tewaskan Puluhan Warga Afghanistan

punyaberita.com – Kelompok radikal ISIS dan Taliban bersama-sama melakukan pembantaian di sebuah desa di Afghanistan. Puluhan warga sipil tewas dalam pembantaian tersebut.

Menurut pejabat-pejabat lokal, para militan ISIS dan Taliban membunuh lebih dari 50 pria, wanita dan anak-anak di sebuah desa di Sayad, distrik terpencil di provinsi Sar-e Pul pada Sabtu (5/8) lalu setelah mengalahkan Afghan Local Police (ALP) — milisi yang didukung pemerintah — dalam pertempuran selama 48 jam.

“Itu operasi gabungan oleh petempur Daesh (ISIS) dan Taliban. Mereka telah merekrut pasukan dari provinsi-provinsi lain dan menyerang desa Mirzawalang,” kata Zabihullah Amani, juru bicara gubernur provinsi Sar-e Pul seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (8/8/2017).

Dikatakan Amani, puluhan petempur Taliban dan ISIS dengan dipimpin Sher Mohammad Ghazanfar, seorang komandan Taliban lokal yang telah bersumpah setia kepada ISIS, melancarkan serangan bersama di wilayah tersebut.

“Para petempur menguasai wilayah tersebut dan itu menyebabkan pembantaian warga sipil yang tak bersalah dan tak berdaya,” kata Amani.

Disebutkan Amani, mayoritas warga sipil yang tewas adalah warga Syiah. “Sebagian besar ditembak namun beberapa dipenggal,” imbuh Amani.

Mohammad Noor Rahmani, kepala dewan provinsi Sar-e Pul mengatakan, 44 hingga 50 korban tewas diyakini sebagai warga sipil, dengan milisi ALP juga mengalami korban jiwa.

“Ini bukan angka final. Angkanya kemungkinan berubah karena wilayah itu tak bisa dijangkau dan tak ada jaringan telepon yang berfungsi untuk mendapatkan info terbaru,” ujar Rahmani kepada AFP.

Menurut sumber keamanan Afghanistan, ada sekitar tiga insiden sebelumnya di mana para militan ISIS dan Taliban bergabung untuk menyerang pasukan Afghanistan di wilayah-wilayah tertentu.

“Ini bukan pertama kalinya mereka bekerja sama. Tak ada perbedaan ideologi yang tegas antara mereka sehingga mereka bekerja sama ketika itu membantu mereka. Sangat oportunis,” ujar sumber tersebut.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban mengkonfirmasi kepada AFP bahwa pihaknya telah menguasai desa Mirzawalang. Namun menurutnya, hanya Taliban yang melakukan serangan itu. Dia juga membantah telah membunuh warga sipil.

“Itu operasi independen oleh pasukan mujahiddin kami. Tak ada kerja sama dengan ISIS dalam operasi itu,” ujar juru bicara Taliban itu.

Mungkin Anda Menyukai

Translate »